Sabtu, 30 Juni 2018

Mengapa Air Cooler Lebih Baik Daripada AC Untuk Tempat Yang Panas Dan Kering


AC bisa menaikkan tagihan listrik Anda secara signifikan. Ini adalah fakta yang sudah banyak diketahui, namun masih banyak orang membeli AC karena berpikir ini adalah suatu kebutuhan. Walaupun temperatur meningkat beberapa derajat dalam abad terakhir ini, AC tetap bukan merupakan suatu kebutuhan utama. Di beberapa negara, orang-orang lebih banyak menggunakan air cooler, khususnya yang berada di daerah iklim panas dan kering. Dengan konsumsi listrik yang hanya sepersepuluh dari AC biasa, air cooler bisa menyejukkan ruangan dan mempunyai biaya operasional yang lebih murah.
Jadi, jika Anda ingin sejuk dan hemat biaya, tinggal di daerah panas dan kering, berpindah dari AC ke air cooler merupakan hal yang bijak dan paling mudah untuk dilakukan.

Membandingkan Biaya Pemasangan dan Operasional

Air Cooler jauh lebih murah dari AC. Alat ini harganya 80-85% lebih murah daripada AC sehingga sangat murah dibandingkan dengan AC. Untuk ruangan sebesar 18-20 meter persegi, air cooler yang tepat harganya sekitar 1,2-1,7 juta rupiah, sementara AC bisa menghabiskan biaya 7,4-8,4 juta rupiah. Biaya pemakaian listrik air cooler juga 80-90% lebih sedikit daripada AC pada umumnya.

Membandingkan Manfaat Kualitas Udara

Secara desain, AC mendinginkan dalam ruangan. AC mengambil udara dalam ruangan dan mendinginkannya sesuai dengan temperatur yang ditetapkan oleh termostat. AC juga mengeluarkan kelembaban dan membuat udara kering. Jadi secara keseluruhan, udara kering yang sama berputar terus dalam ruangan. Tidak ada opsi untuk mendapatkan udara segar dari luar sementara menggunakan AC.
Air cooler di lain pihak, mengambil udara segar dari luar, mendinginkan dan mendorongnya masuk ke dalam ruangan. Udara segar diambil dari luar dan masuk melalui as pendingin yang mengandung air. Udara panas turun suhunya ketika bertemu dengan air dalam alas pendingin. Walaupun tidak ada pilihan untuk mengontrol temperatur, namun air cooler selalu menghasilkan udara segar.

Air Coolers Lebih “Go Green”

Jika Anda ingin “Go Green”, maka air cooler adalah pilihan terbaik. Air cooler menggunakan air sebagai refrigeran sementara AC memakai CFC atau Chloroflurocarbon yang berbahaya bagi lingkungan. Walaupun CFC sudah mulai dikurangi penggunaannya, diperlukan waktu hingga semua AC berhenti memakainya. Cara termudah untuk menjaga lingkungan adalah dengan menggunakan air cooler.
Dan jika kita menghitung emisi karbon dalam menghasilkan listrik, air cooler tetap pilihan yang lebih ramah lingkungan karena menggunakan listrik 80-90% lebih sedikit daripada AC.

Pemasangan Air Cooler

Tempat paling umum orang memasang air cooler adakah dekat jendela ruangan. Namun terkadang tidak ada jendela atau hanya ada jendela yang sangat kecil dalam ruangan. Jika Anda bisa memasang air cooler di teras rumah, Anda bisa menggunakan sistem pipa ventilasi untuk menyalurkan udara segar ke seluruh ruangan. Pemasangan seperti ini juga bisa mengurangi kebisingan di dalam yang ditimbulkan oleh pengoperasian air cooler yang lebih besar ukurannya.

Kesimpulan

Jika Anda tinggal di daerah kering dan panas, air cooler adalah pilihan terbaik. Air cooler tidak hanya mengurangi tagihan listrik, namun juga menolong meningkatkan kualitas udara segar dalam ruangan. Selain itu, air cooler adalah alat yang sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan AC. Jadi, pilihan Anda menentukan kualitas udara dalam ruangan Anda. Mau udara sirkulasi atau udara segar dari luar?